Langsung ke konten utama

Hujan Makrifat !




Rintik air digerai angin
Petir mengkilat guruh gemuruh
Lautan syukur seakan terguyur
Nikmat Allah datang menggelombang
Ya Allah engkau jadikan hujan sebagai rahmat
Banyak berkah tumpah meruah

Ya Allah kami ini hanya Hamba-Mu maka lembutlah kepada kami
Semua ubun-ubun kami ada dalam pegangan-Mu
Tanpa-Mu apalah artinya kami ini
Tanpa-Mu apalah daya kami ini
Tanpa-Mu kami tiada berarti

Bimbinglah kami seperti hujan yang digilir
Bimbinglah kami seperti awan yang bergerombol
Bimbinglah kami seperti air yang mengalir
Bimbinglah kami seperti sungai yang mengarus
Bimbilnglah kami seperti laut yang bergelombang
Bimbinglah kami seperti samudera yang membadai
Bimbinglah kami sehingga semua bemuara ke Syurga
Dengan penuh ridha dan keridhaan

Hujan ini tingkah meningkah
Dari renyai menjadi lebat
Kami kini mulai melangkah
Menapak jalan hayat menuju makrifat 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 Cara Mempersempit Jurang Digital Antara Anak dan Orang Tua

Jelas ada jurang atau kesenjangan digital antara kita (orang tua/guru) dan anak. Anak-anak kita adalah digital native, lahir ketika teknologi computer dan internet sudah ada. Mereka tumbuh dalam lingkungan yang tidak lepas dari teknologi tersebut. Kita sendiri adalah generasi yang menikmati teknologi saat kita telah dewasa, bahkan berumur. Karena itu, layaknya “pendatang”, kita “ digital immigrant” pasti membutuhkan penyesuaian dengan lingkungan baru.  Bagaimana cara memperkecil kesenjangan tersebut? Tidak bias tidak, kita perlu memahami karakteristik digital native. Pemahaman mengenai karakteristik ini akan membantu kita untuk menghadapai tantangan-tantangan berikut:

Kemuliaan Ibu dalam Kosa Kata Al Qur’an[1]

Kemuliaan Ibu dalam Kosa Kata Al Qur’an [1] Sulthan Hadi   “Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-Bapaknya (al walidain; ibunya (al umm) yang telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah.” (QS. Luqman: 14) Ibu, dialah sumber kasih sayang; mengasuh dan memberi tanpa batas. Dialah prajurit malam yang selalu berjaga dan terjaga. Menemani ketidakberdayaan kita. Dia selalu mendahulukan anaknya dari dirinya sendiri, mencintai tanpa menuntut balas. Ibu, sebuah kata yang jujur nan kuat, diucapkan semua makhluk hidup dalam bahasanya masing-masing. Dengan kata ‘ibu’ para makhluk itu mendapatkan kasih sayang, ketulusan hati, kehangatan, pengorbanan, cinta yang agung, yang dicipta dan ditumbuhkan Allah dalam  diri semua  ibu terhadap anak-anaknya. Karena itu, Allah swt berwasiat kepada manusia untuk taat kepadanya, seperti juga Rasul-Nya telah berpesan agar kita senantiasa berbakti kepadanya.

6 Tips Positif Bermedia Sosial dengan Anak

Biarkan anak-anak lebih berpartisipasi. Aktivitas yang dipilih dapat berupa hobi  yang menyenangkan. Jesisica Krier, dalam bukunya social Networking and Relationship: The Benefits and Drawbacks of Children (9-12) Using Online Social Networking Sites, memberikan beberapa langkah efektif agar orangtua bersama anak dapat menjalani pengalaman yang positif dan  aman dengan media sosial.